Membongkar Parameter Keberuntungan: Mengapa Usaha Keras Saja Hanya Cukup untuk 50% Rezeki?

Penelitian terhadap anak-anak kembar menunjukkan bahwa “Non-Shared Environment”, istilah ilmiah yang mereka gunakan untuk mendefinisikan Keberuntungan, memiliki peranan antara 30 hingga 50 persen dalam menentukan seberapa berhasilnya dan seberapa mudahnya seseorang dapat meraih keberhasilan demi keberhasilan dalam hidup.

Ini artinya apa? Artinya, terlepas dari semua usaha keras dan taktis yang sudah Anda lakukan, hanya 50 hingga 70 persen dari potensi rezeki yang dapat benar-benar diterima jika Anda hanya mengandalkan usaha fisik. Sedangkan selebihnya, mutlak tergantung pada parameter keberuntungan Anda.

Pertanyaannya sekarang: Apa sebenarnya yang menentukan keberuntungan itu?

Keberuntungan Bawaan vs Keberuntungan yang Berjalan

Mengapa Dua Orang yang Lahir di Waktu Sama Memiliki Nasib Berbeda? Membongkar Algoritma Ba Zi

Ba Zi, yang secara harfiah berarti "Delapan Pilar," adalah metode penilaian parameter keberuntungan yang dimiliki oleh seseorang berdasarkan koordinat waktu dan tempat kelahirannya.

Karena metode ini awalnya dikembangkan di Cina berdasarkan hasil pengamatan ribuan tahun terhadap manusia yang hidup di sana, maka sudah tentu akurasi datanya akan cenderung lebih tinggi untuk orang-orang yang memang terlahir di belahan utara bumi.

Namun, ini bukan berarti hasilnya tidak bisa akurat untuk orang-orang yang terlahir di belahan selatan bumi (seperti Indonesia bagian selatan atau Australia). Melainkan, untuk mendapatkan hasil yang presisi, seorang perancang sistem energi akan membutuhkan penyesuaian khusus (calibration) terhadap perhitungan waktu komputasinya.

Jebakan Dua Sudut Pandang yang Salah

Keberuntungan Aktif: Mengapa Pasangan Hidup Adalah Sakelar Utama Rezeki Anda?

Ketika ada satu unit kumpulan informasi yang bergerak melalui suatu medan informasi, maka sudah pasti medan informasi yang dilaluinya akan terpengaruh dan mengalami perubahan.

Berdasarkan prinsip dasar ini, apabila ada dua unit kumpulan informasi yang beraktivitas secara berdekatan, maka medan informasi di lokasi itu secara otomatis akan berubah dan menyesuaikan diri berdasarkan hasil interaksi antar mereka berdua. Efek yang ditimbulkan oleh perubahan medan informasi terhadap unit tertentu inilah yang kita sebut sebagai Parameter Keberuntungan Aktif.

Satu hal yang krusial untuk dipahami: "Berdekatan" dalam konteks medan informasi bukanlah perihal jarak fisik, melainkan perihal keterhubungan (connection) dan persamaan hal yang dituju.

Ini artinya, tetangga sebelah rumah Anda, walaupun secara metrik fisik sangat dekat, jarang sekali memengaruhi medan informasi Anda. Sebaliknya, atasan atau klien bisnis Anda yang berada di luar kota (bahkan belum pernah Anda temui secara fisik) justru bisa sangat sering mengacak-acak medan informasi dan memengaruhi grafik rezeki Anda.

Dua Jenis Keberuntungan Aktif: Push vs Pull

Menyia-nyiakan potensi rezeki

Salah satu kesalahan pola pikir yang paling sering terjadi dalam urusan rezeki adalah menganggap bahwa rezeki itu akan “datang sendiri kalau sudah waktunya”.

Akibatnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya sedang menyia-nyiakan potensi rezekinya sendiri.

Dalam tulisan ini saya tidak sedang membahas orang yang bermalas-malasan. Karena orang yang malas biasanya sudah tahu bahwa ia sedang menyia-nyiakan kesempatan. Masalahnya hanya satu: ia tidak cukup peduli untuk mengubahnya.

Yang ingin saya bahas adalah sesuatu yang jauh lebih halus, lebih sering terjadi, dan lebih jarang disadari.

Namanya opportunity cost.

Apa Itu Opportunity Cost?